Bandar Lampung, – Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menggelar Bincang Literasi Media di Auditorium Lantai 4 KPwBI Lampung, Rabu (6/5/2026).
Deputy Bank BI Lampung, Subarkah Dalam pemaparan mengenai perekonomian Provinsi Lampung pada Triwulan I 2026 mencatat kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,58 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,54 persen (yoy).
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan bincang literasi bersama mitra media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Auditorium KPwBI Lampung, Rabu (6/5/2026).
Deputi Direktur KPw BI Lampung, Achmad P. Subarkah, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung didorong oleh kinerja kuat sektor pertanian, terutama saat panen raya padi dan jagung, serta meningkatnya konsumsi masyarakat.
“Sektor pertanian tumbuh signifikan hingga 9,89 persen. Selain itu, sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan 6,91 persen, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.
Di sisi lain, inflasi Lampung pada April 2026 tercatat sebesar 0,53 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen (yoy).
Secara bulanan, inflasi tercatat sebesar 0,55 persen (month to month/mtm), dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas seperti minyak goreng, beras, ikan nila, dan cabai merah.
Kepala KPw BI Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa LaSEF tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ekonomi syariah kini menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian nasional, dengan menekankan prinsip keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan,” katanya.
LaSEF 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bazar kuliner halal, pameran produk unggulan UMKM, business matching, hingga talkshow inspiratif. Selain itu, akan digelar pula perlombaan dan kajian keagamaan untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat.
Bimo berharap, ajang ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengembangan ekonomi syariah di Lampung.
