Lapas Kotaagung Sambut Baik Kunjungan Kerja Plt. Kepala BNNK Tanggamus, Wujudkan ‘Lapas Bersinar’ dan Gelar Litmas Asesmen Risiko WBP-nya

Tanggamus, – Lapas Kelas IIB Kotaagung terima kunjungan kerja Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tanggamus, Maman Permana beserta jajaran sekaligus adakan (Litmas) serta asesmen risiko Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat (9/12).

Kunjungan kerja dari BNNK Tanggamus disambut langsung oleh Kalapas Kotaagung, Beni Nurrahman didampingi Kasi. Binadik dan Giatja, Aryo Pratama, Kasi. Administrasi Kamtib, Restu Suranto, dan Kasubbag Tata Usaha, Syamsudin.

Ada pun kunjungan kerja Plt. BNNK Tanggamus ini bertujuan untuk menjaga sinergitas antar Aparat Penegak Hukum dalam rangka kerja sama Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) khususnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotaagung.

Maman mengatakan bahwa Ia berharap kunjungan kerja kali ini dapat memperkuat Kolaborasi dan Harmonisasi Program Bersama Lapas pada Program P4GN yang lebih baik lagi terutama dalam hal penyelamatan korban penyalahgunaan narkoba melalui upaya rehabilitasi.

Beni pun sependapat dengannya, “Semoga kunjungan Plt. Kepala BNNK Tanggamus ini dapat semakin memperkuat sinergitas maupun silaturahmi dengan Lapas Kotaagung dalam menyelenggarakan program P4GN sehingga tujuan Lembaga Pemasyarakatan Bersih Narkoba (Lapas Bersinar) di Lapas Kotaagung yang dicanangkan BNN dan Kemenkumham senantiasa terus terwujud dengan baik”, harapnya.

Usai bincang santai di ruang Kerja Kalapas, Lapas Kotaagung, Beni mengajak Maman dan jajaran memantau langsung situasi blok hunian WBP didampingi Ka. KPLP, Gusvendra Priambogo dan Petugas Jaga.

Di waktu yang sama, Petugas Lapas Kotaagung menggelar kegiatan Litmas serta Asesmen Risiko kepada 40 orang WBP di Aula Besar Lapas Kelas IIB Kotaagung diawasi langsung oleh Kasi. Binadik dan Giatja.

Ada pun kegiatan Litmas Asesmen Risiko ini bertujuan untuk merekomendasikan jenis program pembinaan awal yang dibutuhkan klien selama menjalani masa pembinaan di Lapas. (Red/KMI)